Ada beberapa hama yang bisa menyerang cabai dan salah satunya adalah lalat buah. Hama ini menyerang buah cabai dengan ditandai dengan adanya lubang titik hitam pada bagian pangkal buah. Lubang tersebut digunakan lalat untuk meletakan telurnya, oleh karena itu jika terserang hama ini jika buah dibelah maka akan terdapat larva didalamnya. Buahpun penjadi busuk dan gugur karena bagian dalam buah digerogoti oleh larva dan juga menghisap cairan yang ada pada buah cabai.

Pada musim penghujan, serangan hama ini akan menjadi lebih parah karena bekas lubang dari lalat tersebut terkontaminasi oleh bakteri lain yang mengakibatkan buah cabai semakin cepat busuk.

Beberapa pengendalian yang bisa dilakukan antara lain:
– Fisik mekanis
Cangkul tanah agar kepompong lalat yang ada di dalam tanah akan mati karena terkena sinar matahari. Cara lain adalah dengan membuang buah-buah yang busuk agar tidak berkembang lebih banyak lagi
– Hayati
Anda juga bisa menggunakan perangkap metil eugenol atau petrogenol sebanyak 1 ml/perangkap. Pemasangan perangkap adalah 40 buah/ha atau 2 buah/m2 dan dipasang pada saat tanaman berumur 2 minggu sampai akhir panen dan diganti 2 minggi sekali. Ada juga beberapa yang menggunakan teknik pelepasan serangga jantan mandul (sudah diradiasi) sehingga dapat mengurangi perkembang biakan lalat buah. Anda juga bisa memanfaatkan serangga lain entuk membasmi lalat buah antara lain parasitoid larva, predator semut dan masih banyak lagi.
– Penggunaan varietas tahan
Ini mungkin cara yang termudah yaitu menggunakan varietas cabai yang tahan terhadap serangan lalat buah. Beberapa diantaranya adalah tombak 1, tombak 2, neggala 1 dan cemeti 1.
-Kimiawi
Cara ini hanya dilakukan jika cara-cara diatas sudah tidak bisa mengatasi hama tersebut. Gunakan pestisida sesuai dengan anjuran.