Sebelum melakukan budidaya cabai merah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyediakan benih. Benih yang dipilih adalah benih cabai merah bermutu. Perhatikan pula waktu dan jumlah benih yang akan disediakan agar sesuai dan tidak rusak.

a. Penyiapan media semai
Pertama yang harus dilakukan adalah menyemaikan benih di media semai, gunakan polibag semai. Perhatikan komposisi tanah halus dan pupuk kandang, perbandingan yang baik adalah 1:1 dan disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian. Setelah itu, polibag semai ini disusun di rak yang sudah dilengkapi dengan jaring serangga atau insek net agar nantinya terbebas dari hama dan penyakit.

b. Pemilihan benih
Memilih benih tentunya harus yang berkualitas, agar nantinya cabai yang tumbuhpun kualitas tinggi. Tapi ada hal lain yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah jenis benih cabai yang akan dipilih. Untuk hal ini tentunya disesuaikan dengan selera pasar. Berikut adalah ciri-ciri benih yang berkualitas:
– daya kecambah tinggi
– ketegaran tumbuh baik
– tumbuh serentak
– tahan hama dan penyakit

c. Perlakuan benih
Sebelum ditaman, awal mula benih direndam selama 1 jam dengan suhu 50 derajat celcius yang bertujuan untuk mempercepat perkecambahan dan menghilangkan hama dan penyakit.
Setelah itu, siaplan media taman dan siram dengan air sampai jenuh, lalu tanam benih tersebut. Tutup media tanam yang telah berisi benih cabai dengan plastik selama 2-3 hari, setelah berkecambah plastik dibuka dan dilakukan pemeliharaan.

d. Pemeliharaan bibit
Pemeliharaannya sebenarnya cukup mudah, siram dan bersihkan bibit tersebut setiap hari. Selalu cek bibit tersebut dari hama dan penyakit, jika ada, cepat dicabut/dibuang. Gunakan selalu jaring serangga untuk meminimalisir hama dan penyakit.

Setelah 21-25 hari, cek bibit tersebut. Jika sudah memiliki 4-5 helai daun dan tingginya sudah mencapai 10-15cm, benih biasanya sudah siap dipindah ke lahan.